Salah satu sensasi paling menyenangkan ketika sedang hamil adalah merasakan gerakan si kecil di dalam kandungan. Gerakan-gerakan yang dilakukan oleh janin juga menandakan bahwa janin baik-baik saja di dalam perut. Anda bisa melakukan beberapa hal penting sebagai langkah awal untuk mendukung kesehatan bayi, seperti berolahraga dan mengkonsumsi makanan bergizi. Selain itu, mengamati gerakan bayi dalam perut juga merupakan hal yang harus Anda perhatikan dengan baik.

Sebenarnya ada beberapa jenis gerakan bayi yang bisa Anda rasakan. Masing-masing memiliki jenis gerakan yang tidak sama. Gerakan janin yang berbeda tersebut ternyata tidak lepas dari beberapa penyebab tertentu.

Jenis-jenis Gerakan Janjin Dalam Perut

Perkembangan janin di dalam perut dapat Anda rasakan melalui gerakan-gerakan si kecil. Semakin usianya bertambah, maka jenis gerakan yang dilakukan juga akan berbeda. Berikut adalah beberapa gerakan janin yang umum dirasakan:

Gerakan Seperti Mengepakkan Sayap

Di usia sekitar 16 minggu saat bayi masih sangat kecil, gerakan yang bisa Anda rasakan seperti mengepakkan sayap. Bukan sayap yang kuat, tetapi sayap kupu-kupu yang tengah terbang. Hal ini membuat ibu hamil sering merasa kembung dan mual.

Gerakan Mirip Ketukan

Sensasi berikutnya yang dirasakan oleh ibu hamil adalah gerakan yang mirip seperti ketukan. Biasanya akan Anda rasakan pada trimester kedua. Gerakan ini sangat lembut karena ukuran janin yang masih kecil, jadi Anda hanya akan merasakan seperti adanya sentuhan dari dalam perut.

Gerakan Mirip Tendangan

Jika sebelumnya hanya terasa gerakan yang lembut dari dalam, di fase berikutnya bayi memiliki ukuran yang lebih besar. Ukuran bayi yang lebih besar tersebut membuatnya bisa melakukan tendangan di dekat pusar atau di bawah tulang panggul.

Dalam beberapa kasus, tendangan yang ditimbulkan ini bisa menyebabkan rasa nyeri. Bahkan apabila si kecil benar-benar aktif, gerakan menendang ini bisa terlihat seperti tonjolan atau terlihat bergerak-gerak di perut. Jika ini adalah pengalaman pertama mengandung bayi, Anda mungkin merasa kurang nyaman.

Selain itu, ada gerakan janin lain seperti meninju atau cegukan berupa ketukan kecil. Beberapa gerakan tersebut wajar. Berbeda jika janin tidak melakukan gerakan sama sekali, hal ini bisa menjadi indikasi adanya permasalahan tertentu. Solusi yang dapat Anda lakukan adalah segera berkonsultasi dan memeriksanya ke dokter.

Jika Anda ingin mengantisipasi hal ini, ada beberapa trik yang bisa Anda lakukan supaya bayi lebih aktif bergerak. Misalnya dengan menerapkan beberapa hal berikut ini:

Mendengarkan Lagu

Ajak janin untuk mendengarkan lagu bersama. Pilihlah jenis musik yang lembut, bisa klasik atau genre lain yang Anda sukai. Mengenai volumenya juga jangan terlalu keras karena akan berpengaruh pada pendengaran si kecil. Anda bisa menerapkan trik ini dengan rutin sambil mengamati perkembangan pada bayi.

Mengajak Janin Berbicara

Tips selanjutnya yang bisa Anda lakukan adalah membacakan cerita dan mengajak janin berbicara. Hal ini bisa Anda lakukan ketika sudah memasuki masa kehamilan 16 minggu, sebab organ pendengaran si kecil telah berkembang dengan baik. Di usia 22 minggu, ia akan lebih aktif dalam mendengarkan suara-suara.

Berolahraga seperti jalan cepat juga bisa Anda lakukan untuk melihat respon janin. Beberapa hal tersebut dapat Anda perhatikan dengan baik untuk mengetahui gerakan bayi dalam perut. Tapi jangan lupa juga untuk mengimbanginya dengan asupan bernutrisi dari makanan dan susu.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *